terbesar tagged posts

Industri makanan Dan Minuman Sumbang Ekspor Terbesar

“Industri persembahan dan minuman merupakan kawasan yang sangat potensial guna terus dipacu karena juga memberikan kontribusi signifikan untuk perekonomian nasional, ” perintah Agus di Jakarta, Sabtu (19/9/2020). “Industri makanan & minuman merupakan sektor dengan sangat potensial untuk langsung dipacu karena juga menyampaikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional, ” kata Bos Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim. Sementara daripada pelaku usaha, Direktur Yang utama PT Mayora Indah Tbk Andre Sukendra Atmadja mengemukakan bahwa pihaknya sudah menjalani titik terendahnya yaitu di bulan Mei. “Saya telah berdiskusi dengan PM Singapura, kita akan bekerja tentu membangun standar yang sama. Mereka mendukung kita untuk mengekspor lebih banyak komoditas makanan dan minuman.

Pada periode Januari-Juni tahun 2020, total nilai pengapalan produk sektor manufaktur merempuh hingga 60, 76 miliar dolar AS atau menyumbang 79, 52 persen dari keseluruhan angka ekspor internasional yang mencapai 76, 41 miliar dolar AS. “Kami sedang mendorong industri logam siap memasuki era Usaha 4. 0 dengan menjalankan teknologi digital. Tujuannya supaya bisa meningkatkan produktivitas serta kualitas secara lebih efisien. Jadi Industri 4. 0 bukan untuk mengurangi daya kerjanya, tetapi memacu added value manusianya, ” menguraikan Menperin. Apalagi industri logam dikategorikan sebagai mother of industry karena produk senar dasar merupakan bahan patokan utama yang menunjang bagi kegiatan produksi di unit area lain seperti industri otomotif, maritim, elektronik, dan sebagainya. Selain itu multiplier effect lainnya, aktivitas industri dapat menyerap tenaga kerja, ” imbuh Menperin. Rochim optimistis, kinerja industri mamin masih dapat tumbuh afirmatif untuk periode berikutnya.

Karena IOMKI ini melestarikan bagian suplainya agar bukan terganggu, baik di rekan domestik maupun ekspor, ” jelasnya. Meski demikian, lanjutnya, dia mengakui industri mamin tetap ada di tempo sulit, terutama di kalendar April dan Mei. Anomali juga terjadi ketika Ldulfitri yang biasanya jadi momentum peningkatan demand produk makanan minuman, tahun ini justru permintaannya rendah karena unsur PSBB. Lebih lanjut, Rochim memproyeksi, harga produk-produk makanan serta minuman akan relatif teguh dalam era kenormalan baru. “Kami telah berkoordinasi beserta Gabungan Pengusaha Makanan-Minuman Nusantara, dan mereka berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga selama new normal, ” jelasnya.

Industri mamin akan tetap berprospek terang seiring pertambahan jumlah penduduk. Untuk menjaga kesehatan fisiknya, manusia membutuhkan makanan & minuman yang masuk di dalam perut. Bahkan, penurunan konsumsi rumah tangga guna produk mamin dari 5, 01 persen pada kuartal I/2020 menjadi 0, 71 persen pada kuartal II/2020 diperkirakan tidak membuat pemodalan di sektor tersebut masuk merosot. Dia juga menyuntikkan, perusahaan yang sudah memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri dinilai bisa meningkatkan produktivitasnya di tengah tekanan dampak Pandemi COVID-19.

Reformasi ini dapat terjadi berkat kejelian para pelaku usaha melihat peluang yang ada dari inovasi teknologi. “Artinya, dengan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam member, hasilnya adalah penerimaan pura dari ekspor. Selain ini multiplier effect lainnya, aktivitas industri dapat menyerap usaha kerja, ” ujarnya. Periode Industri 4. 0 bakal memberi dampak positif tentang sektor mamin olahan internasional. Dalam lima tahun di depan, omzet domestik industri ini bisa menembus Rp 2. 000 triliun, tinggal landas 29 persen dari penilaian tahun ini Rp 1. 550 triliun.

Akan tetapi, pertumbuhan positif ini tergantung dua faktor, yaitu kepatuhan terhadap protokol kesehatan serta perkembangan pandemi Covid-19 yang diharapkan dapat segera berkurang dan hilang dari Nusantara. Guna menjaga tren positif sektor industri mamin, Kemenperin mendorong ketersediaan bahan patokan agar aman dan selalu terpenuhi. Kemenperin, kata dia, aktif berkoordinasi dengan stakeholder terkait, baik di unit kementerian maupun pelaku usaha, agar bisa berjalan lancar. Meskipun demikian, Agus mengingatkan agar para industri wajar menerapkan protokol kesehatan dalam proses produksi.

Read More